Surat Al Mu'minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamai Al Mu'minuun, karena permulaan ayat ini manerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia. Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Surat Al-Mu'minun
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

51

يٰٓاَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًاۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ ۗ

Yā ayyuhar-rusulu kulū minaṭ-ṭayyibāti wa‘malū ṣāliḥā(n), innī bimā ta‘malūna ‘alīm(un).

Allah berfirman, “Wahai para rasul, makanlah dari (makanan) yang baik-baik dan beramalsalehlah. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

52

وَاِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاتَّقُوْنِ

Wa inna hāżihī ummatukum ummataw wāḥidataw wa ana rabbukum fattaqūn(i).

Sesungguhnya (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Akulah Tuhanmu. Maka, bertakwalah kepada-Ku.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

53

فَتَقَطَّعُوْٓا اَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًاۗ كُلُّ حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ

Fa taqaṭṭa‘ū amrahum bainahum zuburā(n), kullu ḥizbim bimā ladaihim fariḥūn(a).

Lalu mereka (para pengikut rasul) terpecah belah dalam urusan (agama)-nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

54

فَذَرْهُمْ فِيْ غَمْرَتِهِمْ حَتّٰى حِيْنٍ

Fa żarhum fī gamratihim ḥattā ḥīn(in).

Maka, biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

55

اَيَحْسَبُوْنَ اَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهٖ مِنْ مَّالٍ وَّبَنِيْنَ ۙ

Ayaḥsabūna annamā numidduhum bihī mim māliw wabanīn(a).

Apakah mereka mengira bahwa apa yang Kami berikan kepada mereka berupa harta dan anak-anak

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

56

نُسَارِعُ لَهُمْ فِى الْخَيْرٰتِۗ بَلْ لَّا يَشْعُرُوْنَ

Nusāri‘u lahum fil-khairāt(i), bal lā yasy‘urūn(a).

(itu berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidaklah demikian,) tetapi mereka tidak menyadarinya.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

57

اِنَّ الَّذِيْنَ هُمْ مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُوْنَ ۙ

Innal-lażīna hum min khasy-yati rabbihim musyfiqūn(a).

Sesungguhnya orang-orang yang sangat berhati-hati karena takut (azab) Tuhannya,

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

58

وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُوْنَ ۙ

Wal-lażīna hum bi'āyāti rabbihim yu'minūn(a).

orang-orang yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya,

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

59

وَالَّذِيْنَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُوْنَ ۙ

Wal-lażīna hum birabbihim lā yusyrikūn(a).

orang-orang yang tidak mempersekutukan Tuhannya,

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

60

وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَ ۙ

Wal-lażīna yu'tūna mā ātaw wa qulūbuhum wajilatun annahum ilā rabbihim rāji‘ūn(a).

dan orang-orang yang melakukan (kebaikan) yang telah mereka kerjakan dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari