Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Surat Asy-Syu'ara'
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

201

لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ

Lā yu'minūna bihī ḥattā yarawul-‘ażābal-alīm(a).

Mereka tidak akan beriman kepadanya hingga melihat azab yang pedih.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

202

فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ۙ

Fa ya'tiyahum bagtataw wa hum lā yasy‘urūn(a).

Maka, datanglah ia (azab) kepada mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadarinya.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

203

فَيَقُوْلُوْا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُوْنَ ۗ

Fa yaqūlū hal naḥnu munẓarūn(a).

Lalu, mereka berkata, “Apakah kami diberi penangguhan waktu?”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

204

اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ

Afa bi‘ażābinā yasta‘jilūn(a).

Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami disegerakan?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

205

اَفَرَءَيْتَ اِنْ مَّتَّعْنٰهُمْ سِنِيْنَ ۙ

Afa ra'aita im matta‘nāhum sinīn(a).

Bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

206

ثُمَّ جَاۤءَهُمْ مَّا كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ ۙ

Ṡumma jā'ahum mā kānū yū‘adūn(a).

Kemudian, ia (azab) yang diancamkan datang kepada mereka.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

207

مَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يُمَتَّعُوْنَ ۗ

Mā agnā ‘anhum mā kānū yumatta‘ūn(a).

Niscaya kenikmatan yang mereka rasakan tidak berguna baginya.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

208

وَمَآ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ اِلَّا لَهَا مُنْذِرُوْنَ ۖ

Wa mā ahlaknā min qaryatin illā lahā munżirūn(a).

Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada pemberi peringatan kepadanya.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

209

ذِكْرٰىۚ وَمَا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

Żikrā, wa mā kunnā ẓālimīn(a).

(Hal itu) sebagai peringatan. Kami sekali-kali bukanlah orang-orang zalim.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

210

وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيٰطِيْنُ

Wa mā tanazzalat bihisy-syayāṭīn(u).

(Al-Qur’an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari