Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al An'aam. Dinamai dengan Ash Shaaffaat (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan Ash Shaaffaat yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syaitan. Hal ini hendaklah menjadi i'tibar bagi manusia dalam menghambakan dirinya kepada Allah.

Surat As-Saffat
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

11

فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ

Fastaftihim ahum asyaddu khalqan am man khalaqnā, innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzib(in).

Maka, tanyakanlah kepada mereka (musyrik Makkah), “Apakah mereka (manusia) lebih sulit penciptaannya ataukah selainnya (langit, bumi, dan lainnya) yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan (bapak) mereka (Adam) dari tanah liat.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

12

بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ

Bal ‘ajibta wa yaskharūn(a).

Bahkan, engkau (Nabi Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka selalu menghinamu.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

13

وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ

Wa iżā żukkirū lā yażkurūn(a).

Apabila diberi peringatan, mereka tidak mengingat (mengindahkannya).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

14

وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَۖ

Wa iżā ra'au āyatay yastaskhirūn(a).

Apabila melihat suatu tanda (kebesaran Allah atau kebenaran Nabi Muhammad), mereka sangat menghina.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

15

وَقَالُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ

Wa qālū in hāżā illā siḥrum mubīn(un).

Mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

16

ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ

A'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).

Apabila kami telah mati, (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

17

اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَۗ

Awa ābā'unal-awwalūn(a).

Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

18

قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ دٰخِرُوْنَۚ

Qul na‘am wa antum dākhirūn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya (kamu akan dibangkitkan) dan kamu akan terhina.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

19

فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ فَاِذَا هُمْ يَنْظُرُوْنَ

Fa'innamā hiya zajratuw wāḥidatun fa'iżā hum yanẓurūn(a).

Sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan (tiupan sangkakala kedua). Maka, seketika itu mereka (bangun dari kematiannya) melihat (apa yang terjadi).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

20

وَقَالُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ

Wa qālū yā wailanā hāżā yaumud-dīn(i).

Mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari Pembalasan itu.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari