Surat Ad-Dukhan
Dinamai Ad Dukhaan (kabut), diambil dari perkataan Dukhaan yang terdapat pada ayat 10 surat ini.
Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w. sudah melewati batas, karena itu Nabi mendoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang. Do'a Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai, karena kelaparan. Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah. Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka.
Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan. Setelah Allah mengabulkan doa Nabi, dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula; karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.
Surat Ad-Dukhan
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)
0 0
يَوْمَ لَا يُغْنِيْ مَوْلًى عَنْ مَّوْلًى شَيْـًٔا وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَۙ
Yauma lā yugnī maulan ‘am maulan syai'aw wa lā hum yunṣarūn(a).
(yaitu) hari (ketika) seorang teman setia sama sekali tidak dapat memberi manfaat sedikit pun kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 41
Apabila sangkakala diiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga diantara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya. (al-Mu'minun/23: 101)
Dan firman Allah:
Dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya, sedang mereka saling melihat. (al-Ma'arij/70: 10-11)
Pada bagian akhir ayat ini, Allah menandaskan bahwa orang kafir Mekah yang tetap hidup bergelimang dalam kemusyrikan dan kesesatan, pada hari pembalasan nanti mereka tidak dapat pertolongan dari siapa pun juga.
اِلَّا مَنْ رَّحِمَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
Illā mar raḥimallāh(u), innahū huwal-‘azīzur-raḥīm(u).
kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 42
Kemudian Allah menyatakan bahwa Dia adalah Mahaperkasa terhadap segala musuh-musuh-Nya, tidak ada sesuatu pun yang dapat melawan-Nya. Dia juga Maha Penyayang terhadap penegak agama-Nya dan para hamba-Nya yang selalu tunduk serta patuh kepada-Nya.
اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ
Inna syajarataz-zaqqūm(i).
Sesungguhnya pohon zaqum itu
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 43
Mayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum). (as-shaffat/37: 65-66)
Betapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqum itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.
Sesudah memakan buah zaqqum itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas. Allah berfirman:
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. (as-shaffat/37: 67)
Demikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum.
طَعَامُ الْاَثِيْمِ ۛ
Ṭa‘āmul-aṡīm(i).
adalah makanan orang yang bergelimang dosa.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 44
Mayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum). (as-shaffat/37: 65-66)
Betapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqum itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.
Sesudah memakan buah zaqqum itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas. Allah berfirman:
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. (as-shaffat/37: 67)
Demikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum.
كَالْمُهْلِ ۛ يَغْلِيْ فِى الْبُطُوْنِۙ
Kal-muhl(i), yaglī fil-buṭūn(i).
(Zaqum itu) seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 45
Mayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum). (as-shaffat/37: 65-66)
Betapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqum itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.
Sesudah memakan buah zaqqum itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas. Allah berfirman:
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. (as-shaffat/37: 67)
Demikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum.
كَغَلْيِ الْحَمِيْمِ ۗ
Kagalyil-ḥamīm(i).
seperti mendidihnya air yang sangat panas.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 46
Mayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum). (as-shaffat/37: 65-66)
Betapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqum itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.
Sesudah memakan buah zaqqum itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas. Allah berfirman:
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. (as-shaffat/37: 67)
Demikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum.
خُذُوْهُ فَاعْتِلُوْهُ اِلٰى سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِۙ
Khużūhu fa‘tilūhu ilā sawā'il-jaḥīm(i).
Peganglah dia (wahai malaikat Zabaniyah), kemudian seretlah sampai ke tengah-tengah (neraka) Jahim.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 47
Setelah malaikat Zabaniyah itu mencampakkan penghuni-penghuni neraka ke tengah-tengah api yang menyala-nyala itu, maka ia pun menyiram mereka dengan cairan panas yang mendidih. Siksaan seperti itu adalah siksaan yang paling berat yang akan mereka rasakan dan terasa lebih merata ke seluruh badan mereka.
Dalam ayat yang lain diterangkan pula siksaan yang seperti itu, Allah berfirman:
Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih. Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka. Dan (azab) untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. (al-hajj/22: 19-21)
ثُمَّ صُبُّوْا فَوْقَ رَأْسِهٖ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيْمِۗ
Ṡumma ṣubbū fauqa ra'sihī min ‘azābil-ḥamīm(i).
Kemudian, tuangkanlah di atas kepalanya azab berupa air yang sangat panas.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 48
Setelah malaikat Zabaniyah itu mencampakkan penghuni-penghuni neraka ke tengah-tengah api yang menyala-nyala itu, maka ia pun menyiram mereka dengan cairan panas yang mendidih. Siksaan seperti itu adalah siksaan yang paling berat yang akan mereka rasakan dan terasa lebih merata ke seluruh badan mereka.
Dalam ayat yang lain diterangkan pula siksaan yang seperti itu, Allah berfirman:
Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih. Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka. Dan (azab) untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. (al-hajj/22: 19-21)
ذُقْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَرِيْمُ
Żuq, innaka antal-‘azīzul-karīm(u).
(Dikatakan kepadanya,) “Rasakanlah! Sesungguhnya engkau (dalam kehidupan dunia) benar-benar (merasa sebagai orang) yang perkasa lagi mulia.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 49
Kemudian Abu Jahal menarik tangannya dari tangan Rasulullah saw dan berkata, "Apa yang engkau ancamkan kepadaku. Engkau dan Tuhanmu tidak akan mampu melakukan tindakan apapun terhadap aku. Sebenarnya, jika engkau mengetahui, akulah orang yang paling perkasa dan paling mulia di lembah (Mekah) ini. Engkau telah mengetahui bahwa akulah yang paling perkasa di antara penduduk negeri Batha' atas kaumnya." Kemudian Abu Jahal mati dalam Perang Badar dalam keadaan hina. Maka turunlah ayat ini seakan-akan menyindir perkataan Abu Jahal yang juga merupakan perkataan orang-orang kafir Mekah di waktu itu.
Pada ayat ini Allah menggambarkan hardikan dan cemoohan yang diucapkan malaikat Zabaniyah kepada penghuni-penghuni neraka. Para malaikat mengatakan kepada mereka itu. "Rasakanlah hai orang yang mengaku perkasa dan mulia ini, rasakanlah olehmu pembalasan dari dosa yang telah kamu kerjakan selama hidup di dunia; seakan-akan kamulah yang menentukan segala sesuatu, tidak ada orang yang lebih berkuasa dari kamu."
Mereka berpendapat bahwa kesenangan duniawi itu adalah kesenangan yang sebenarnya. Karena itu mereka gunakan seluruh hidup dan kehidupan mereka untuk mendapatkan kesenangan itu. Mereka hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu bahwa sebenarnya hidup mereka bergantung pada manusia yang lain. Bahkan mereka berpendapat bahwa semua yang mereka peroleh itu adalah semata-mata hasil jerih payah mereka sendiri, mereka lupa bahwa semuanya itu adalah berasal dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tindakan mereka menunjukkan bahwa mereka merasa dirinya berkuasa lagi perkasa. Tetapi apa yang mereka alami pada hari pembalasan adalah kebalikan dari apa yang mereka duga sebelumnya. Mereka merasakan siksaan yang pedih dan derita yang maha berat. Mereka merasa tidak ada nilai harga dirinya di hadapan para malaikat yang sedang menyiksa mereka. Mereka menyesali diri mereka tiada putus-putusnya.
اِنَّ هٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهٖ تَمْتَرُوْنَ
Inna hāżā mā kuntum bihī tamtarūn(a).
Sesungguhnya (azab) ini adalah sesuatu yang selalu kamu ragukan.”
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 50
Pada hari (ketika) itu mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya. (Dikatakan kepada mereka), "Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya." (ath-thur/52: 13-14)