Surat Ath Thuur terdiri atas 49 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat As Sajdah. Dinamai Ath Thuur (Bukit) diambil dari perkataan Ath Thuur yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan bukit di sini ialah bukit Thursina yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Tuhannya.

Surat At-Tur
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

31

قُلْ تَرَبَّصُوْا فَاِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُتَرَبِّصِيْنَۗ

Qul tarabbaṣū fa innī ma‘akum minal-mutarabbiṣīn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersamamu.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

32

اَمْ تَأْمُرُهُمْ اَحْلَامُهُمْ بِهٰذَآ اَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ

Am ta'muruhum aḥlāmuhum bihāżā am hum qaumun ṭāgūn(a).

Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini atau apakah mereka kaum yang melampaui batas?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

33

اَمْ يَقُوْلُوْنَ تَقَوَّلَهٗۚ بَلْ لَّا يُؤْمِنُوْنَۚ

Am yaqūlūna taqawwalah(ū), bal lā yu'minūn(a).

Bahkan, apakah mereka (juga) berkata, “Dia (Nabi Muhammad) mereka-rekanya?” Tidak! Merekalah yang tidak beriman.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

34

فَلْيَأْتُوْا بِحَدِيْثٍ مِّثْلِهٖٓ اِنْ كَانُوْا صٰدِقِيْنَۗ

Falya'tū biḥadīṡim miṡlihī in kānū ṣādiqīn(a).

Cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al-Qur’an) jika mereka orang-orang benar.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

35

اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخٰلِقُوْنَۗ

Am khuliqū min gairi syai'in am humul-khāliqūn(a).

Apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

36

اَمْ خَلَقُوا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ بَلْ لَّا يُوْقِنُوْنَۗ

Am khalaqus-samāwāti wal-arḍ(a), bal lā yūqinūn(a).

Apakah mereka menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

37

اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَاۤىِٕنُ رَبِّكَ اَمْ هُمُ الْمُصَۣيْطِرُوْنَۗ

Am ‘indahum khazā'inu rabbika am humul-musaiṭirūn(a).

Apakah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

38

اَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَّسْتَمِعُوْنَ فِيْهِۚ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۗ

Am lahum sullamuy yastami‘ūna fīh(i), falya'ti mustami‘uhum bisulṭānim mubīn(in).

Apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

39

اَمْ لَهُ الْبَنٰتُ وَلَكُمُ الْبَنُوْنَۗ

Am lahul-banātu wa lakumul-banūn(a).

Apakah (pantas) bagi-Nya anak-anak perempuan, sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

40

اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۗ

Am tas'aluhum ajran fahum mim magramim muṡqalūn(a).

Apakah engkau (Nabi Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari