Surat Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al A'raaf karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raaf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Surat Al-A'raf
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

111

قَالُوْآ اَرْجِهْ وَاَخَاهُ وَاَرْسِلْ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَۙ

Qālū arjih wa akhāhu wa arsil fil-madā'ini ḥāsyirīn(a).

Mereka (para pemuka) itu menjawab, “Beri tangguhlah dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para penyihir)

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

112

يَأْتُوْكَ بِكُلِّ سٰحِرٍ عَلِيْمٍ

Ya'tūka bikulli sāḥirin ‘alīm(in).

(agar) mereka membawa semua penyihir yang pandai kepadamu.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

113

وَجَاۤءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوْٓا اِنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ

Wa jā'as-saḥaratu fir‘auna qālū inna lanā la'ajran in kunnā naḥnul-gālibīn(a).

Para penyihir datang kepada Fir‘aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami benar-benar akan mendapat imbalan jika kami menang?”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

114

قَالَ نَعَمْ وَاِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ

Qāla na‘am wa innakum laminal-muqarrabīn(a).

Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, bahkan sesungguhnya kamu pasti termasuk orang-orang yang didekatkan (kedudukannya kepadaku).”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

115

قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِمَّآ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّآ اَنْ نَّكُوْنَ نَحْنُ الْمُلْقِيْنَ

Qālū yā mūsā immā an tulqiya wa immā an nakūna naḥnul-mulqīn(a).

Mereka (para penyihir) berkata, “Wahai Musa, engkaukah yang akan melemparkan (lebih dahulu) atau kami yang melemparkan?”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

116

قَالَ اَلْقُوْاۚ فَلَمَّآ اَلْقَوْا سَحَرُوْٓا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاۤءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ

Qāla alqū, falammā alqau saḥarū a‘yunan-nāsi wastarhabūhum wa jā'ū bisiḥrin ‘aẓīm(in).

Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka, ketika melemparkan (tali-temali), mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan mereka takut. Mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

117

۞ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَلْقِ عَصَاكَۚ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَۚ

Wa auḥainā ilā mūsā an alqi ‘aṣāk(a), fa iżā hiya talqafu mā ya'fikūn(a).

Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

118

فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَۚ

Fa waqa‘al-ḥaqqu wa baṭala mā kānū ya‘malūn(a).

Maka, terbuktilah kebenaran dan sia-sialah segala yang mereka kerjakan.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

119

فَغُلِبُوْا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوْا صٰغِرِيْنَۚ

Fa gulibū hunālika wanqalabū ṣāgirīn(a).

Mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

120

وَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَۙ

Wa ulqiyas-saḥaratu sājidīn(a).

Para penyihir itu tersungkur dalam keadaan sujud.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari