Surat 'Abasa
Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah s.a.w. menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah s.a.w. membacakan kepadanya ayat- ayat Al Quran yang telah diturunkan Allah. tetapi Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.
Surat 'Abasa
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)
0 0
كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ
Kallā innahā tażkirah(tun).
Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat 'Abasa Ayat 11
Sesungguhnya pengajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. Barang siapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang, tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ
Faman syā'a żakarah(ū).
Siapa yang menghendaki tentulah akan memperhatikannya
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat 'Abasa Ayat 12
Sesungguhnya pengajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. Barang siapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang, tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.
فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ
Fī ṣuḥufim mukarrmah(tin).
di dalam suhuf yang dimuliakan (di sisi Allah),
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat 'Abasa Ayat 13
Yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)
مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۢ ۙ
Marfū‘atim muṭahharah(tin).
yang ditinggikan (kedudukannya) lagi disucikan
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat 'Abasa Ayat 14
Yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)
بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ
Bi'aidī safarah(tin).
di tangan para utusan (malaikat)
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat 'Abasa Ayat 15
Yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)
كِرَامٍۢ بَرَرَةٍۗ
Kirāmim bararah(tin).
yang mulia lagi berbudi.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat 'Abasa Ayat 16
Yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)
قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهٗۗ
Qutilal-insānu mā akfarah(ū).
Celakalah manusia! Alangkah kufur dia!
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat 'Abasa Ayat 17
Allah memberi perincian tentang macam-macam nikmat yang telah diberikan kepada manusia dalam tiga masa, yaitu permulaan, pertengahan dan bagian akhir. Allah memberi isyarat kepada yang pertama dengan pertanyaan berikut ini: "Dari apakah manusia diciptakan Allah?"
مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهٗۗ
Min ayyi syai'in khalaqah(ū).
Dari apakah Dia menciptakannya?
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat 'Abasa Ayat 18
Allah memberi perincian tentang macam-macam nikmat yang telah diberikan kepada manusia dalam tiga masa, yaitu permulaan, pertengahan dan bagian akhir. Allah memberi isyarat kepada yang pertama dengan pertanyaan berikut ini: "Dari apakah manusia diciptakan Allah?"
مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗۗ
Min nuṭfah(tin), khalaqahū fa qaddarah(ū).
Dia menciptakannya dari setetes mani, lalu menentukan (takdir)-nya.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat 'Abasa Ayat 19
ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ
Ṡummas-sabīla yassarah(ū).
Kemudian, jalannya Dia mudahkan.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat 'Abasa Ayat 20
Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani). (as-Sajdah/32: 7-8)