Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamai Thaahaa, diambil dari perkataan yang berasal dan ayat pertama surat ini. Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf thaahaa dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Surat Taha
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

1

طٰهٰ ۚ

Ṭāhā.

Ṭā Hā.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

2

مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓى ۙ

Mā anzalnā ‘alaikal-qur'āna litasyqā.

Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Nabi Muhammad) supaya engkau menjadi susah.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

3

اِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۙ

Illā tażkiratal limay yakhsyā.

(Kami tidak menurunkannya,) kecuali sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

4

تَنْزِيْلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْاَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلٰى ۗ

Tanzīlam mimman khalaqal-arḍa was-samāwātil-‘ulā.

(Al-Qur’an) diturunkan dari (Allah) yang telah menciptakan bumi dan langit yang tinggi.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

5

اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى

Ar- raḥmānu ‘alal-‘arsyistawā.

(Dialah Allah) Yang Maha Pengasih (dan) bersemayam di atas ʻArasy.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

6

لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرٰى

Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa mā bainahumā wa mā taḥtaṡ-ṡarā.

Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

7

وَاِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَاِنَّهٗ يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفٰى

Wa in tajhar bil-qauli fa innahū ya‘lamus-sirra wa akhfā.

Jika engkau mengeraskan ucapanmu, sesungguhnya Dia mengetahui (ucapan yang) rahasia dan yang lebih tersembunyi (darinya).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

8

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى

Allāhu lā ilāha illā huw(a), lahul-asmā'ul-ḥusnā.

Allah tidak ada tuhan selain Dia. Milik-Nyalah nama-nama yang terbaik.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

9

وَهَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰى ۘ

Wa hal atāka ḥadīṡu mūsā.

Apakah telah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) kisah Musa?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

10

اِذْ رَاٰ نَارًا فَقَالَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْٓا اِنِّيْٓ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْٓ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِقَبَسٍ اَوْ اَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى

Iż ra'ā nāran fa qāla li'ahlihimkuṡū innī ānastu nāral la‘allī ātīkum minhā biqabasin au ajidu ‘alan-nāri hudā(n).

(Ingatlah) ketika dia (Musa) melihat api, lalu berkata kepada keluarganya, “Tinggallah (di sini)! Sesungguhnya aku melihat api. Mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau mendapat petunjuk di tempat api itu.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari