Surat Taha
Surat Taha
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)
0 0
طٰهٰ ۚ
Ṭāhā.
Ṭā Hā.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Taha Ayat 1
مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓى ۙ
Mā anzalnā ‘alaikal-qur'āna litasyqā.
Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Nabi Muhammad) supaya engkau menjadi susah.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Taha Ayat 2
Maka jika mereka berpaling, maka ketahuilah kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (an-Nahl/16: 82)
Oleh karena itu, Nabi Muhammad tidak perlu merasa gelisah, apalagi menghancurkan diri sendiri karena manusia tidak mau mengikuti seruannya, sebagaimana digambarkan Allah di dalam firman-Nya:
Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an). (al-Kahf/18: 6)
Begitu juga Nabi Muhammad tidak perlu merasa susah dalam menyampaikan Al-Qur'an kepada manusia, sebagaimana firman Allah:
(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman. (al-A'raf/7: 2)
Al-Qurthubi menjelaskan tentang masuk Islamnya Umar bin al-Khaththab, saat itu Umar bin al-Khaththab masuk ke rumah iparnya Sa'id bin Zaid, ia sedang membaca Surah thaha bersama isterinya Fatimah binti al-Khaththab (adik Umar), dan Umar memintanya namun tidak diberikan sehingga ia marah dan merampas naskah tersebut. Ketika Umar membacanya, lunak dan lembutlah hatinya untuk menerima Islam.
اِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۙ
Illā tażkiratal limay yakhsyā.
(Kami tidak menurunkannya,) kecuali sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Taha Ayat 3
Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (al-A'raf/7: 179)
تَنْزِيْلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْاَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلٰى ۗ
Tanzīlam mimman khalaqal-arḍa was-samāwātil-‘ulā.
(Al-Qur’an) diturunkan dari (Allah) yang telah menciptakan bumi dan langit yang tinggi.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Taha Ayat 4
اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى
Ar- raḥmānu ‘alal-‘arsyistawā.
(Dialah Allah) Yang Maha Pengasih (dan) bersemayam di atas ʻArasy.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Taha Ayat 5
Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. (asy-Syura/42: 11)
Ibnu Kasir berkata di dalam kitab tafsirnya, bahwa cara yang paling baik dalam memahami ayat ini ialah cara yang telah ditempuh oleh Ulama Salaf, yaitu mempercayai ungkapan sebagaimana tercantum di atas 'Arsy (duduk di atas tahta) tetapi cara atau kaifiatnya (duduk di atas tahta) tidak boleh disamakan dengan cara duduknya makhluk, seperti seseorang yang duduk di atas kursi. Hal itu sepenuhnya adalah wewenang Allah semata-mata, manusia tidak dapat mengetahui hakikatnya.
لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرٰى
Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa mā bainahumā wa mā taḥtaṡ-ṡarā.
Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Taha Ayat 6
Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-Baqarah/2: 284)
وَاِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَاِنَّهٗ يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفٰى
Wa in tajhar bil-qauli fa innahū ya‘lamus-sirra wa akhfā.
Jika engkau mengeraskan ucapanmu, sesungguhnya Dia mengetahui (ucapan yang) rahasia dan yang lebih tersembunyi (darinya).
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Taha Ayat 7
Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (al-Mulk/67: 13)
Sejalan dengan ayat ini, firman Allah:
Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah. (al- A'raf/7: 205)
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى
Allāhu lā ilāha illā huw(a), lahul-asmā'ul-ḥusnā.
Allah tidak ada tuhan selain Dia. Milik-Nyalah nama-nama yang terbaik.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Taha Ayat 8
Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu. Barangsiapa menghafalkannya (menyesuaikannya) masuk surga. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Diriwayatkan bahwa ketika Abu Jahal mendengar Nabi Muhammad saw di dalam seruannya menyebut, "Ya Allah! Ya Rahman!" Berkata Abu Jahal kepada Walid bin Mugirah, "Muhammad melarang kita menyeru bersama Allah dengan Tuhan yang lain, padahal dia sendiri menyeru Allah bersama Ar Rahman." Maka turunlah ayat yang menegaskan bahwa Allah itu mempunyai banyak nama, sebagaimana firman Allah:
Katakanlah (Muhammad), "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma'ul husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.". (al-Isra'/17: 110)
وَهَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰى ۘ
Wa hal atāka ḥadīṡu mūsā.
Apakah telah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) kisah Musa?
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Taha Ayat 9
اِذْ رَاٰ نَارًا فَقَالَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْٓا اِنِّيْٓ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْٓ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِقَبَسٍ اَوْ اَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى
Iż ra'ā nāran fa qāla li'ahlihimkuṡū innī ānastu nāral la‘allī ātīkum minhā biqabasin au ajidu ‘alan-nāri hudā(n).
(Ingatlah) ketika dia (Musa) melihat api, lalu berkata kepada keluarganya, “Tinggallah (di sini)! Sesungguhnya aku melihat api. Mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau mendapat petunjuk di tempat api itu.”
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat Taha Ayat 10
Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung, dia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan." (al-Qashash/28: 29)