Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamai Thaahaa, diambil dari perkataan yang berasal dan ayat pertama surat ini. Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf thaahaa dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Surat Taha
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

21

قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْۗ سَنُعِيْدُهَا سِيْرَتَهَا الْاُوْلٰى

Qāla khużhā wa lā takhaf, sanu‘īduhā sīratahal-ūlā.

Dia (Allah) berfirman, “Ambillah dan jangan takut! Kami akan mengembalikannya pada keadaannya semula.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

22

وَاضْمُمْ يَدَكَ اِلٰى جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍ اٰيَةً اُخْرٰىۙ

Waḍmum yadaka ilā janāḥika takhruj baiḍā'a min gairi sū'in āyatan ukhrā.

Kepitlah (telapak) tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia akan keluar dalam keadaan putih (bercahaya) tanpa cacat sebagai mukjizat yang lain.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

23

لِنُرِيَكَ مِنْ اٰيٰتِنَا الْكُبْرٰى ۚ

Linuriyaka min āyātinal-kubrā.

(Kami perintahkan itu) untuk memperlihatkan kepadamu sebagian tanda-tanda kebesaran Kami yang terbesar.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

24

اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى ࣖ

Iżhab ilā fir‘auna innahū ṭagā.

Pergilah kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

25

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ

Qāla rabbisyraḥ lī ṣadrī.

Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku,

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

26

وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ

Wa yassir lī amrī.

mudahkanlah untukku urusanku,

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

27

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ

Waḥlul ‘uqdatam mil lisānī.

dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

28

يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ

Yafqahū qaulī.

agar mereka mengerti perkataanku.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

29

وَاجْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ ۙ

Waj‘al lī wazīram min ahlī.

Jadikanlah untukku seorang penolong dari keluargaku,

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

30

هٰرُوْنَ اَخِى ۙ

Hārūna akhī.

(yaitu) Harun, saudaraku.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari