Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Surat Asy-Syu'ara'
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

141

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ الْمُرْسَلِيْنَ ۖ

Każżabat ṡamūdul-mursalīn(a).

(Kaum) Samud telah mendustakan para rasul.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

142

اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ صٰلِحٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ

Iż qāla lahum akhūhum ṣāliḥun alā tattaqūn(a).

Ketika saudara mereka, Saleh, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

143

اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ

Innī lakum rasūlun amīn(un).

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

144

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

145

وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ

Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).

Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

146

اَتُتْرَكُوْنَ فِيْ مَا هٰهُنَآ اٰمِنِيْنَ ۙ

Atutrakūna fīmā hāhunā āminīn(a).

Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (negerimu) dengan aman?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

147

فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ ۙ

Fī jannātiw wa ‘uyūn(in).

(Yaitu,) di dalam kebun-kebun dan mata air.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

148

وَّزُرُوْعٍ وَّنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيْمٌ ۚ

Wa zurū‘iw wa nakhlin ṭal‘uhā haḍīm(un).

Dan, tanam-tanaman serta pohon kurma yang mayangnya lembut.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

149

وَتَنْحِتُوْنَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا فٰرِهِيْنَ

Wa tanḥitūna minal-jibāli buyūtan fārihīn(a).

Kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah yang mewah.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

150

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari