Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Surat Asy-Syu'ara'
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

131

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

132

وَاتَّقُوا الَّذِيْٓ اَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُوْنَ ۚ

Wattaqul-lażī amaddakum bimā ta‘lamūn(a).

Bertakwalah kepada (Allah) yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

133

اَمَدَّكُمْ بِاَنْعَامٍ وَّبَنِيْنَۙ

Amaddakum bi'an‘āmiw wa banīn(a).

Dia (Allah) telah menganugerahkan hewan ternak dan anak-anak kepadamu.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

134

وَجَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۚ

Wa jannātiw wa ‘uyūn(in).

(Dia juga menganugerahkan) kebun-kebun dan mata air.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

135

اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ ۗ

Innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yaumin ‘aẓīm(in).

Sesungguhnya aku takut bahwa kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

136

قَالُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْنَآ اَوَعَظْتَ اَمْ لَمْ تَكُنْ مِّنَ الْوٰعِظِيْنَ ۙ

Qālū sawā'un ‘alainā awa‘aẓta am lam takum minal-wā‘iẓīn(a).

Mereka menjawab, “Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

137

اِنْ هٰذَآ اِلَّا خُلُقُ الْاَوَّلِيْنَ ۙ

In hāżā illā khuluqul-awwalīn(a).

(Agama kami) ini tidak lain adalah agama orang-orang terdahulu.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

138

وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ ۚ

Wa mā naḥnu bimu‘ażżabīn(a).

Kami (sama sekali) tidak akan diazab.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

139

فَكَذَّبُوْهُ فَاَهْلَكْنٰهُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Fa każżabūhu fa ahlaknāhum, inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Maka, mereka mendustakannya (Hud). Lalu, Kami membinasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

140

وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari