Surat As-Saffat
Surat As-Saffat
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)
0 0
اَلَآ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَۙ
Alā innahum min ifkihim layaqūlūn(a).
Ingatlah, sesungguhnya mereka benar-benar mengatakan dengan kebohongan mereka,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 151
Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya). (al-Isra'/17: 40)
وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ
Waladallāh(u), wa innahum lakāżibūn(a).
“Allah mempunyai anak.” Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 152
"Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya)". (al-Isra'/17: 40)
اَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِيْنَۗ
Aṣṭafal-banāti ‘alal-banīn(a).
Apakah Dia (Allah) lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 153
Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya). (al-Isra'/17: 40)
مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
Mā lakum, kaifa taḥkumūn(a).
Apa yang telah terjadi pada kamu? Bagaimana kamu menetapkan(-nya)?
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 154
Selanjutnya mereka dikecam bahwa sebenarnya mereka tidak menggunakan pikirannya untuk menganalisa ayat-ayat Allah yang disampaikan, dan tidak mereka ambil menjadi pelajaran padahal hal itu berguna. Kaum kafir Mekah itu sudah mengetahui tentang umat-umat terdahulu, tetapi tidak mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman umat-umat terdahulu sehingga mereka beriman.
اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَۚ
Afalā tażakkarūn(a).
Maka, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 155
Selanjutnya mereka dikecam bahwa sebenarnya mereka tidak menggunakan pikirannya untuk menganalisa ayat-ayat Allah yang disampaikan, dan tidak mereka ambil menjadi pelajaran padahal hal itu berguna. Kaum kafir Mekah itu sudah mengetahui tentang umat-umat terdahulu, tetapi tidak mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman umat-umat terdahulu sehingga mereka beriman.
اَمْ لَكُمْ سُلْطٰنٌ مُّبِيْنٌۙ
Am lakum sulṭānum mubīn(un).
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 156
Apalagi setelah itu Allah meminta mereka menyampaikan kitab suci yang berisi pernyataan bahwa malaikat itu adalah anak-Nya. Kitab suci itu tidak mungkin mereka dapatkan karena Allah tidak pernah menurunkannya. Pada ayat lain Allah berfirman yang isinya sama dengan ayat ini:
Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan? (ar-Rum/30: 35)
فَأْتُوْا بِكِتٰبِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Fa'tū bikitābikum in kuntum ṣādiqīn(a).
(Kalau begitu,) bawalah kitabmu jika kamu orang-orang yang benar.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 157
Apalagi setelah itu Allah meminta mereka menyampaikan kitab suci yang berisi pernyataan bahwa malaikat itu adalah anak-Nya. Kitab suci itu tidak mungkin mereka dapatkan karena Allah tidak pernah menurunkannya. Pada ayat lain Allah berfirman yang isinya sama dengan ayat ini:
Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan? (ar-Rum/30: 35)
وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۗوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
Wa ja‘alū bainahū wa bainal-jinnati nasabā(n), wa laqad ‘alimatil-jinnatu innahum lamuḥḍarūn(a).
Mereka menjadikan (hubungan) nasab antara Dia dan jin. Sungguh, jin benar-benar telah mengetahui bahwa mereka (kaum musyrik) pasti akan diseret (ke neraka),
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 158
Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak." Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan (al-Anbiya'/21: 26)
سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَۙ
Subḥānallāhi ‘ammā yaṣifūn(a).
Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 159
Hamba-hamba Allah yang terpilih, yaitu yang telah dijadikan-Nya memiliki sifat ikhlas, tidak akan mempunyai pandangan yang salah tentang-Nya. Mereka selalu mengagungkan-Nya sejauh yang ia mampu mengagungkan-Nya, memuji-Nya sejauh yang ia mampu memuji-Nya, dan melaksanakan perintah-Nya dengan patuh sejauh yang ia mampu melaksanakannya. Begitu pulalah malaikat dalam pandangan mereka. Malaikat bukanlah anak perempuan Allah, tetapi adalah hamba Allah yang selalu menghambakan diri kepada-Nya dan melaksanakan perintah-Nya tanpa pamrih sedikit pun.
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).
kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya).
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 160
Hamba-hamba Allah yang terpilih, yaitu yang telah dijadikan-Nya memiliki sifat ikhlas, tidak akan mempunyai pandangan yang salah tentang-Nya. Mereka selalu mengagungkan-Nya sejauh yang ia mampu mengagungkan-Nya, memuji-Nya sejauh yang ia mampu memuji-Nya, dan melaksanakan perintah-Nya dengan patuh sejauh yang ia mampu melaksanakannya. Begitu pulalah malaikat dalam pandangan mereka. Malaikat bukanlah anak perempuan Allah, tetapi adalah hamba Allah yang selalu menghambakan diri kepada-Nya dan melaksanakan perintah-Nya tanpa pamrih sedikit pun.