Surat As-Saffat
Surat As-Saffat
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)
0 0
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 131
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).
Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 132
وَاِنَّ لُوْطًا لَّمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
Wa inna lūṭal laminal-mursalīn(a).
Sesungguhnya Lut benar-benar termasuk para rasul.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 133
Dan (ingatlah) ketika Lut berkata kepada kaumnya, "Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?" Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar." (al-'Ankabut/29: 28-29)
Tetapi peringatan dan nasihat Nabi Lut itu tidak mereka indahkan, bahkan mereka menantang Nabi Lut untuk segera memohon kepada Allah untuk mendatangkan azab kepada mereka
اِذْ نَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَۙ
Iż najjaināhu wa ahlahū ajma‘īn(a).
(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 134
Mereka (para malaikat) berkata, "Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?" (Hud/11: 81).
Ketika subuh tiba datanglah bencana yang dijanjikan itu, yaitu negeri itu dibalikkan sehingga mereka yang kafir itu terkubur di dalam bumi. Firman Allah:
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hud/11: 82-83)
Di samping itu negeri itu dilanda topan besar yang membawa batu-batu sehingga menghancurkan dan menguburkan negeri itu, sebagaimana diinformasikan pada ayat lain:
Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu. Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing. (al-Qamar/54: 33-34)
Karena Nabi Lut, sebagian keluarganya, dan pengikutnya yang beriman sudah berada di luar kota mereka, maka mereka semua selamat. Yang tidak selamat adalah seorang perempuan tua, yaitu istrinya. Ia lebih mematuhi kaumnya yang ingkar daripada mengikuti Nabi Lut. Oleh karena itu, ia tetap tinggal di negeri itu, sehingga ikut menjadi korban.
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ
Illā ‘ajūzan fil-gābirīn(a).
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk golongan (orang-orang kafir) yang tertinggal.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 135
Mereka (para malaikat) berkata, "Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?" (Hud/11: 81).
Ketika subuh tiba datanglah bencana yang dijanjikan itu, yaitu negeri itu dibalikkan sehingga mereka yang kafir itu terkubur di dalam bumi. Firman Allah:
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hud/11: 82-83)
Di samping itu negeri itu dilanda topan besar yang membawa batu-batu sehingga menghancurkan dan menguburkan negeri itu, sebagaimana diinformasikan pada ayat lain:
Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu. Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing. (al-Qamar/54: 33-34)
Karena Nabi Lut, sebagian keluarganya, dan pengikutnya yang beriman sudah berada di luar kota mereka, maka mereka semua selamat. Yang tidak selamat adalah seorang perempuan tua, yaitu istrinya. Ia lebih mematuhi kaumnya yang ingkar daripada mengikuti Nabi Lut. Oleh karena itu, ia tetap tinggal di negeri itu, sehingga ikut menjadi korban.
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ
Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).
Kemudian, Kami binasakan yang lain.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 136
Mereka (para malaikat) berkata, "Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?" (Hud/11: 81).
Ketika subuh tiba datanglah bencana yang dijanjikan itu, yaitu negeri itu dibalikkan sehingga mereka yang kafir itu terkubur di dalam bumi. Firman Allah:
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hud/11: 82-83)
Di samping itu negeri itu dilanda topan besar yang membawa batu-batu sehingga menghancurkan dan menguburkan negeri itu, sebagaimana diinformasikan pada ayat lain:
Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu. Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing. (al-Qamar/54: 33-34)
Karena Nabi Lut, sebagian keluarganya, dan pengikutnya yang beriman sudah berada di luar kota mereka, maka mereka semua selamat. Yang tidak selamat adalah seorang perempuan tua, yaitu istrinya. Ia lebih mematuhi kaumnya yang ingkar daripada mengikuti Nabi Lut. Oleh karena itu, ia tetap tinggal di negeri itu, sehingga ikut menjadi korban.
وَاِنَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَۙ
Wa innakum latamurrūna ‘alaihim muṣbiḥīn(a).
Sesungguhnya kamu (penduduk Makkah) benar-benar akan melintasi (bekas-bekas kehancuran) mereka pada waktu pagi
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 137
Dan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman. (al-hijr/15: 76-77)
Tetapi mengapa mereka tidak juga mengambil pelajaran dari peristiwa itu dan mengapa mereka tidak juga mau beriman.
وَبِالَّيْلِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ
Wa bil-lail(i), afalā ta‘qilūn(a).
dan waktu malam. Mengapa kamu tidak mengerti?
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 138
Dan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman. (al-hijr/15: 76-77)
Tetapi mengapa mereka tidak juga mengambil pelajaran dari peristiwa itu dan mengapa mereka tidak juga mau beriman.
وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
Wa inna yūnusa laminal-mursalīn(a).
Sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk para rasul.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 139
اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ
Iż abaqa ilal-fulkil-masyḥūn(i).
(Ingatlah) ketika dia berlari ke kapal yang penuh muatan,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat As-Saffat Ayat 140
Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu. (Yunus/10: 98)
Sementara itu, Nabi Yunus dalam pelariannya menumpang pada sebuah kapal yang sarat muatan barang dan penumpang. Di tengah laut kapal diterpa gelombang besar, yang dipercayai mereka sebagai suatu tanda bahwa ada seorang budak pelarian di dalam kapal itu. Orang itu harus diturunkan. Karena tidak ada yang mau terjun ke laut secara sukarela, diadakanlah undian dengan melemparkan anak-anak panah sebagaimana kebiasaan masyarakat waktu itu. Siapa yang anak panahnya menancap berarti ia kalah dan harus terjun ke laut. Dalam undian itu yang menancap anak panahnya adalah anak panah Nabi Yunus. Namun para penumpang tidak mau melemparkan beliau ke dalam laut secara paksa karena mereka hormat kepadanya. Diadakanlah undian sekali lagi, tetapi yang kalah tetap Nabi Yunus. Diadakan sekali lagi, juga demikian. Akhirnya Nabi Yunus sendiri membuka bajunya, dan terjun ke laut.
Allah lalu memerintahkan seekor ikan amat besar menelan Nabi Yunus, tetapi tidak memakannya. Dalam perut ikan besar itu tentu saja Nabi Yunus menderita. Ia merasa terpenjara. Ia merasa tersiksa karena telah meninggalkan kaumnya. Ia kemudian bertobat.