Surat An-Najm
Surat An-Najm
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)
0 0
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَاٰى
Mā każabal-fu'ādu mā ra'ā.
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Najm Ayat 11
Karena Allah swt menguatkan keterangan bahwa kedatangan Jibril menyamar dalam bentuk seorang sahabat yang bernama Dihyah al-Kalbi tidaklah menghilangkan ciri-cirinya karena Muhammad saw pernah melihat bentuknya yang asli sebelum itu, yaitu di Gua Hira ketika menerima wahyu pertama, walaupun kemudian Jibril menampakkan diri lagi dengan rupa yang lain.
اَفَتُمٰرُوْنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى
Afa tumārūnahū ‘alā mā yarā.
Apakah kamu (kaum musyrik Makkah) hendak membantahnya (Nabi Muhammad) tentang apa yang dilihatnya itu (Jibril)?
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Najm Ayat 12
وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ
Wa laqad ra'āhu nazlatan ukhrā.
Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Najm Ayat 13
Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu). (an-Najm/53: 42)
Setiap Mukmin wajib mempercayai bahwa Sidratul Muntaha itu sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah dalam ayat-Nya. Tetapi ia tidak boleh menerangkan tempatnya dan sifat-sifatnya, dengan keterangan yang melebihi daripada apa yang telah diterangkan oleh Allah dalam Al-Qur'an, kecuali bila keterangan itu kita dapat dari hadis Nabi Muhammad saw yang menerangkan kepada kita dengan jelas dan pasti, karena hal itu termasuk dalam hal yang gaib yang belum diizinkan kita untuk mengetahuinya. Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, atTirmidhi, dan lain-lainnya bahwa Sidratul Muntaha itu ada di langit yang ketujuh.
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى
‘Inda sidratil-muntahā.
(yaitu ketika) di Sidratulmuntaha.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Najm Ayat 14
Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu). (an-Najm/53: 42)
Setiap Mukmin wajib mempercayai bahwa Sidratul Muntaha itu sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah dalam ayat-Nya. Tetapi ia tidak boleh menerangkan tempatnya dan sifat-sifatnya, dengan keterangan yang melebihi daripada apa yang telah diterangkan oleh Allah dalam Al-Qur'an, kecuali bila keterangan itu kita dapat dari hadis Nabi Muhammad saw yang menerangkan kepada kita dengan jelas dan pasti, karena hal itu termasuk dalam hal yang gaib yang belum diizinkan kita untuk mengetahuinya. Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, atTirmidhi, dan lain-lainnya bahwa Sidratul Muntaha itu ada di langit yang ketujuh.
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ
‘Indahā jannatul-ma'wā.
Di dekatnya ada surga tempat tinggal.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Najm Ayat 15
اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ
Iż yagsyas-sidrata mā yagsyā.
(Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Najm Ayat 16
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى
Mā zāgal-baṣaru wa mā ṭagā.
Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya).
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Najm Ayat 17
لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى
Laqad ra'ā min āyāti rabbihil-kubrā.
Sungguh, dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang sangat besar.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Najm Ayat 18
اَفَرَءَيْتُمُ اللّٰتَ وَالْعُزّٰى
Afa ra'aitumul-lāta wal-‘uzzā.
Apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (dua berhala) al-Lata dan al-‘Uzza,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Najm Ayat 19
وَمَنٰوةَ الثَّالِثَةَ الْاُخْرٰى
Wa manātaṡ-ṡāliṡatal-ukhrā.
serta Manata (berhala) ketiga yang lain (sebagai anak-anak perempuan Allah yang kamu sembah)?
Qari: Ibrahim Al-Dossari