Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ikhlash. Nama An Najm (bintang), diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Allah bersumpah dengan An Najm (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia, sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.

Surat An-Najm
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

31

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ

Wa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), liyajziyal-lażīna asā'ū bimā ‘amilū wa yajziyal-lażīna aḥsanū bil-ḥusnā.

Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian,) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

32

اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى ࣖ

Allażīna yajtanibūna kabā'iral-iṡmi wal-fawāḥisya illal-lamam(a), inna rabbaka wāsi‘ul-magfirah(ti), huwa a‘lamu bikum iż ansya'akum minal-arḍi wa iż antum ajinnatun fī buṭūni ummahātikum, falā tuzakkū anfusakum, huwa a‘lamu bimanittaqā.

(Mereka adalah) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji. Akan tetapi, mereka (memang) melakukan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dia lebih mengetahui dirimu sejak Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu. Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

33

اَفَرَءَيْتَ الَّذِيْ تَوَلّٰىۙ

Afa ra'aital-lażī tawallā.

Tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur’an)?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

34

وَاَعْطٰى قَلِيْلًا وَّاَكْدٰى

Wa a‘ṭā qalīlaw wa akdā.

Dia memberikan sedikit (dari apa yang telah disepakati), lalu menahan sisanya.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

35

اَعِنْدَهٗ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرٰى

A‘indahū ‘ilmul-gaibi fahuwa yarā.

Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang gaib, sehingga dia dapat melihat(-nya)?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

36

اَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِيْ صُحُفِ مُوْسٰى

Am lam yunabba' bimā fī ṣuḥufi mūsā.

Apakah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran (kitab suci yang diturunkan kepada) Musa

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

37

وَاِبْرٰهِيْمَ الَّذِيْ وَفّٰىٓ ۙ

Wa ibrāhīmal-lażī waffā.

dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang telah memenuhi janji setianya?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

38

اَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۙ

Allā taziru wāziratuw wizra ukhrā.

(Dalam lembaran-lembaran itu terdapat ketetapan) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

39

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ

Wa al laisa lil-insāni illā mā sa‘ā.

bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

40

وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ

Wa anna sa‘yahū saufa yurā.

bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),

 Qari: Ibrahim Al-Dossari