Surat An-Naba'
Dinamai An Naba´ (berita besar) diambil dari perkataan An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.
Surat An-Naba'
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)
0 0
اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ
Inna lil-muttaqīna mafāzā(n).
Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (ada) kemenangan (surga),
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Naba' Ayat 31
حَدَاۤىِٕقَ وَاَعْنَابًاۙ
Ḥadā'iqa wa a‘nābā(n).
(yaitu) kebun-kebun, buah anggur,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Naba' Ayat 32
وَّكَوَاعِبَ اَتْرَابًاۙ
Wa kawā‘iba atrābā(n).
gadis-gadis molek yang sebaya,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Naba' Ayat 33
وَّكَأْسًا دِهَاقًاۗ
Wa ka'san dihāqā(n).
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Naba' Ayat 34
Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe. (al-Insan/76: 17)
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذّٰبًا
Lā yasma‘ūna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā(n).
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak pula (perkataan) dusta.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Naba' Ayat 35
(Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan yang tidak berfaedah ataupun perbuatan dosa. (ath-thur/52: 23)
جَزَاۤءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابًاۙ
Jazā'am mir rabbika ‘aṭā'an ḥisābā(n).
(Hal itu) sebagai balasan (dan) pemberian yang banyak dari Tuhanmu,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Naba' Ayat 36
رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًاۚ
Rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumar-raḥmāni lā yamlikūna minhu khiṭābā(n).
(yaitu) Tuhan (pemelihara) langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Pengasih. Mereka tidak memiliki (hak) berbicara dengan-Nya.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Naba' Ayat 37
يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا
Yauma yaqūmur-rūḥu wal-malā'ikatu ṣaffā(n), lā yatakallamūna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā(n).
Pada hari ketika Rūḥ dan malaikat berdiri bersaf-saf. Mereka tidak berbicara, kecuali yang diizinkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia mengatakan yang benar.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Naba' Ayat 38
ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا
Żālikal-yaumul-ḥaqq(u), faman syā'attakhaża ilā rabbihī ma'ābā(n).
Itulah hari yang hak (pasti terjadi). Siapa yang menghendaki (keselamatan) niscaya menempuh jalan kembali kepada Tuhannya (dengan beramal saleh).
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Naba' Ayat 39
اِنَّآ اَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا ەۙ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرٰبًا ࣖ
Innā anżarnākum ‘ażāban qarībā(n), yauma yanẓurul-mar'u mā qaddamat yadāhu wa yaqūlul-kāfiru yā laitanī kuntu turābā(n).
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kamu akan azab yang dekat pada hari (ketika) manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata, “Oh, seandainya saja aku menjadi tanah.”
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat An-Naba' Ayat 40
Setiap orang harus mengerti bahwa apa saja yang akan dialaminya telah dekat waktu terjadinya. Soal jarak waktu bukanlah suatu hal yang penting, tetapi yang penting adalah peristiwa itu pasti akan dialaminya. Maka seorang yang berakal sehat selalu bersiap-siap untuk menghadapi peristiwa-peristiwa yang akan dijumpainya. Pada hari itu, manusia akan melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, sebagaimana dijelaskan pula dalam firman Allah:
(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. (Ali 'Imran/3: 30)
Pada hari itu, orang kafir akan berkata dengan penuh kesedihan dan penyesalan, "Andaikata aku dahulu di dunia hanya menjadi tanah, dan tidak menjadi manusia yang durhaka kepada Tuhan."