Surat At-Takwir
Surat At-Takwir
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)
0 0
وَاِذَا السَّمَاۤءُ كُشِطَتْۖ
Wa iżas-samā'u kusyiṭat.
apabila langit dilenyapkan,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat At-Takwir Ayat 11
(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. (al-Anbiya'/21: 104)
وَاِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْۖ
Wa iżal-jaḥīmu su‘‘irat.
apabila (neraka) Jahim dinyalakan,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat At-Takwir Ayat 12
Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. (al-Insan/76: 4)
وَاِذَا الْجَنَّةُ اُزْلِفَتْۖ
Wa iżal-jannatu uzlifat.
dan apabila surga didekatkan,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat At-Takwir Ayat 13
Dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa. (asy-Syu'ara'/26: 90)
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ اَحْضَرَتْۗ
‘Alimat nafsum mā aḥḍarat.
setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat At-Takwir Ayat 14
Orang-orang yang amal perbuatannya diselubungi dengan ria, tidak mendapat faedah dari amalnya itu kecuali sekadar kepayahan dan kesulitan. Setiap orang wajib memandang kepada amal perbuatannya dengan kaca mata agama dan menimbangnya dengan timbangan yang benar, sebab Allah tidak menerima amal perbuatan melainkan yang muncul dari hati yang penuh dengan keimanan dan keikhlasan.
فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ
Falā uqsimu bil-khunnas(i).
Aku bersumpah demi bintang-bintang
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat At-Takwir Ayat 15
الْجَوَارِ الْكُنَّسِۙ
Al-jawāril-kunnas(i).
yang beredar lagi terbenam,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat At-Takwir Ayat 16
وَالَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَۙ
Wal-laili iżā ‘as‘as(a).
demi malam apabila telah larut,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat At-Takwir Ayat 17
وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ
Waṣ-ṣubḥi iżā tanaffas(a).
demi subuh apabila (fajar) telah menyingsing,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat At-Takwir Ayat 18
Kemudian Allah menerangkan apa yang dijadikan objek sumpahnya itu, dengan firman-Nya pada ayat berikut ini.
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
Innahū laqaulu rasūlin karīm(in).
sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat At-Takwir Ayat 19
1.Yang mulia pada sisi Tuhannya karena Allah memberikan padanya sesuatu yang paling berharga yaitu hidayah, dan memerintahkannya untuk menyampaikan hidayah itu kepada para nabi-Nya diteruskan kepada para hamba-Nya.
2.Yang mempunyai kekuatan dalam memelihara Al-Qur'an jauh dari sifat pelupa atau keliru.
3.Yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arasy.
4.Yang ditaati di kalangan malaikat karena kewenangannya.
5.Yang dipercaya untuk menyampaikan wahyu karena terpelihara dari sifat-sifat khianat dan penyelewengan.
ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ
Żī quwwatin ‘inda żil-‘arsyi makīn(in).
yang memiliki kekuatan dan kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ʻArasy,
Qari: Ibrahim Al-Dossari
Tafsir Surat At-Takwir Ayat 20
1.Yang mulia pada sisi Tuhannya karena Allah memberikan padanya sesuatu yang paling berharga yaitu hidayah, dan memerintahkannya untuk menyampaikan hidayah itu kepada para nabi-Nya diteruskan kepada para hamba-Nya.
2.Yang mempunyai kekuatan dalam memelihara Al-Qur'an jauh dari sifat pelupa atau keliru.
3.Yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arasy.
4.Yang ditaati di kalangan malaikat karena kewenangannya.
5.Yang dipercaya untuk menyampaikan wahyu karena terpelihara dari sifat-sifat khianat dan penyelewengan.