Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah s.w.t., karena mendustakan Nabi Shaleh a.s. dan berpaling dari ayat-ayat Allah. Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth a.s. dan kaum Syu'aib a.s. Dari ke semua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Surat Al-Hijr
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

61

فَلَمَّا جَاۤءَ اٰلَ لُوْطِ ِۨالْمُرْسَلُوْنَۙ

Falammā jā'a āla lūṭinil-mursalūn(a).

Maka, ketika para utusan itu datang kepada para pengikut Lut,

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

62

قَالَ اِنَّكُمْ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ

Qāla innakum qaumum munkarūn(a).

dia berkata, “Sesungguhnya kamu orang-orang yang tidak kami kenal.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

63

قَالُوْا بَلْ جِئْنٰكَ بِمَا كَانُوْا فِيْهِ يَمْتَرُوْنَ

Qālū bal ji'nāka bimā kānū fīhi yamtarūn(a).

Mereka (para utusan) menjawab, “Kami justru datang kepadamu membawa azab yang selalu mereka dustakan.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

64

وَاَتَيْنٰكَ بِالْحَقِّ وَاِنَّا لَصٰدِقُوْنَ

Wa ataināka bil-ḥaqqi wa innā laṣādiqūn(a).

Kami datang kepadamu membawa kebenaran. Sesungguhnya kami orang-orang yang benar.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

65

فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ الَّيْلِ وَاتَّبِعْ اَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ وَّامْضُوْا حَيْثُ تُؤْمَرُوْنَ

Fa asri bi'ahlika biqiṭ‘im minal-laili wattabi‘ adbārahum wa lā yaltafit minkum aḥaduw wamḍū ḥaiṡu tu'marūn(a).

Maka, pergilah pada akhir malam beserta keluargamu dan ikutilah mereka dari belakang. Jangan seorang pun di antara kamu menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

66

وَقَضَيْنَآ اِلَيْهِ ذٰلِكَ الْاَمْرَ اَنَّ دَابِرَ هٰٓؤُلَاۤءِ مَقْطُوْعٌ مُّصْبِحِيْنَ

Wa qaḍainā ilaihi żālikal-amra anna dābira hā'ulā'i maqṭū‘um muṣbiḥīn(a).

Telah Kami wahyukan kepadanya (Lut) keputusan itu bahwa akhirnya mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

67

وَجَاۤءَ اَهْلُ الْمَدِيْنَةِ يَسْتَبْشِرُوْنَ

Wa jā'a ahlul-madīnati yastabsyirūn(a).

Datanglah penduduk kota itu (ke rumah Lut) dengan gembira (karena kedatangan tamu itu).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

68

قَالَ اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ ضَيْفِيْ فَلَا تَفْضَحُوْنِۙ

Qāla inna hā'ulā'i ḍaifī falā tafḍaḥūn(i).

Dia (Lut) berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku. Maka, jangan mempermalukanku.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

69

وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ

Wattaqullāha wa lā tukhzūn(i).

Bertakwalah kepada Allah dan jangan membuatku terhina.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

70

قَالُوْٓا اَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Qālū awalam nanhaka ‘anil-‘ālamīn(a).

Mereka berkata, “Bukankah kami telah melarangmu (menerima) manusia (para tamu)?”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari