Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah s.w.t., karena mendustakan Nabi Shaleh a.s. dan berpaling dari ayat-ayat Allah. Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth a.s. dan kaum Syu'aib a.s. Dari ke semua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Surat Al-Hijr
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

71

قَالَ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنٰتِيْٓ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَۗ

Qāla hā'ulā'i banātī in kuntum fā‘ilīn(a).

Dia (Lut) berkata, “Mereka itulah putri-putri (negeri)-ku. (Nikahilah mereka) jika kamu hendak berbuat (memenuhi nafsu syahwatmu).”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

72

لَعَمْرُكَ اِنَّهُمْ لَفِيْ سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُوْنَ

La‘amruka innahum lafī sakratihim ya‘mahūn(a).

(Allah berfirman,) “Demi umurmu (Nabi Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (demi melampiaskan hawa nafsu).”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

73

فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِيْنَۙ

Fa akhażathumuṣ-ṣaiḥatu musyriqīn(a).

Maka, mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur ketika matahari terbit.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

74

فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ

Fa ja‘alnā ‘āliyahā sāfilahā wa amṭarnā ‘alaihim ḥijāratam min sijjīl(in).

Maka, Kami menjungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami menghujani mereka dengan tanah yang membatu.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

75

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْمُتَوَسِّمِيْنَۙ

Inna fī żālika la'āyātil lil-mutawassimīn(a).

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan (dengan saksama) tanda-tanda (itu).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

76

وَاِنَّهَا لَبِسَبِيْلٍ مُّقِيْمٍ

Wa innahā labisabīlim muqīm(in).

Sesungguhnya (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

77

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّلْمُؤْمِنِيْنَۗ

Inna fī żālika la'āyatal lil-mu'minīn(a).

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang mukmin.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

78

وَاِنْ كَانَ اَصْحٰبُ الْاَيْكَةِ لَظٰلِمِيْنَۙ

Wa in kāna aṣḥābul-aikati laẓālimīn(a).

Sesungguhnya penduduk Aikah itu benar-benar orang-orang yang zalim.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

79

فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْۘ وَاِنَّهُمَا لَبِاِمَامٍ مُّبِيْنٍۗ ࣖ

Fantaqamnā minhum, wa innahumā labi'imāmim mubīn(in).

Maka, Kami membinasakan mereka. Sesungguhnya kedua (negeri) itu terletak di satu jalur jalan raya.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

80

وَلَقَدْ كَذَّبَ اَصْحٰبُ الْحِجْرِ الْمُرْسَلِيْنَۙ

Wa laqad każżaba aṣḥābul-ḥijril-mursalīn(a).

Sesungguhnya penduduk (negeri) Hijr benar-benar telah mendustakan para rasul (mereka),

 Qari: Ibrahim Al-Dossari