Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Surat Asy-Syu'ara'
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

101

وَلَا صَدِيْقٍ حَمِيْمٍ

Wa lā ṣadīqin ḥamīm(in).

Tidak pula ada teman akrab.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

102

فَلَوْ اَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Falau anna lanā karratan fa nakūna minal-mu'minīn(a).

Seandainya dapat kembali (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

103

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

104

وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

105

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوْحِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۚ

Każżabat qaumu nūḥinil-mursalīn(a).

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

106

اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ نُوْحٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ

Iż qāla lahum akhūhum nūḥun alā tattaqūn(a).

Ketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

107

اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ

Innī lakum rasūlun amīn(un).

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

108

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

109

وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۚ

Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).

Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

110

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari