Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Surat Asy-Syu'ara'
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

91

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِلْغَاوِيْنَ ۙ

Wa burrizatil-jaḥīmu lil-gāwīn(a).

(Neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

92

وَقِيْلَ لَهُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَ ۙ

Wa qīla lahum ainamā kuntum ta‘budūn(a).

Dikatakan kepada mereka, “Di mana berhala-berhala yang selalu kamu sembah

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

93

مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗهَلْ يَنْصُرُوْنَكُمْ اَوْ يَنْتَصِرُوْنَ ۗ

Min dūnillāh(i), hal yanṣurūnakum au yantaṣirūn(a).

selain Allah? Dapatkah mereka menolongmu atau menolong dirinya sendiri?”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

94

فَكُبْكِبُوْا فِيْهَا هُمْ وَالْغَاوٗنَ ۙ

Fa kubkibū fīhā hum wal-gāwūn(a).

Mereka (sesembahan itu) dijungkirbalikkan di dalamnya (neraka) bersama orang-orang yang sesat.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

95

وَجُنُوْدُ اِبْلِيْسَ اَجْمَعُوْنَ ۗ

Wa junūdu iblīsa ajma‘ūn(a).

(Begitu pula) bala tentara Iblis (dan) semuanya (dijungkirbalikkan).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

96

قَالُوْا وَهُمْ فِيْهَا يَخْتَصِمُوْنَ

Qālū wa hum fīhā yakhtaṣimūn(a).

Mereka (orang-orang sesat) berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

97

تَاللّٰهِ اِنْ كُنَّا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۙ

Tallāhi in kunnā lafī ḍalālim mubīn(in).

“Demi Allah, sesungguhnya kami dahulu (di dunia) benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

98

اِذْ نُسَوِّيْكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Iż nusawwīkum birabbil-‘ālamīn(a).

(Yaitu) ketika kami mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan semesta alam.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

99

وَمَآ اَضَلَّنَآ اِلَّا الْمُجْرِمُوْنَ

Wa mā aḍallanā illal-mujrimūn(a).

Tidak ada yang menyesatkan kami, kecuali para pendosa.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

100

فَمَا لَنَا مِنْ شٰفِعِيْنَ ۙ

Famā lanā min syāfi‘īn(a).

Tidak ada pemberi syafaat (penolong) untuk kami.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari