Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Surat Asy-Syu'ara'
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

71

قَالُوْا نَعْبُدُ اَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عٰكِفِيْنَ

Qālū na‘budu aṣnāman fa naẓallu lahā ‘ākifīn(a).

Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan senantiasa tekun menyembahnya.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

72

قَالَ هَلْ يَسْمَعُوْنَكُمْ اِذْ تَدْعُوْنَ ۙ

Qāla hal yasma‘ūnakum iż tad‘ūn(a).

Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

73

اَوْ يَنْفَعُوْنَكُمْ اَوْ يَضُرُّوْنَ

Au yanfa‘ūnakum au yaḍurrūn(a).

Atau, (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mudarat kepadamu?”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

74

قَالُوْا بَلْ وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا كَذٰلِكَ يَفْعَلُوْنَ

Qālū bal wajadnā ābā'anā każālika yaf‘alūn(a).

Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

75

قَالَ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَ ۙ

Qāla afa ra'aitum mā kuntum ta‘budūn(a).

Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang selalu kamu sembah?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

76

اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمُ الْاَقْدَمُوْنَ ۙ

Antum wa ābā'ukumul-aqdamūn(a).

Kamu dan nenek moyangmu terdahulu?

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

77

فَاِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّيْٓ اِلَّا رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ

Fa innahum ‘aduwwul lī illā rabbal-‘ālamīn(a).

Sesungguhnya mereka itu adalah musuhku, lain halnya Tuhan pemelihara semesta alam.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

78

الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِ ۙ

Allażī khalaqanī fa huwa yahdīn(i).

(Allah) yang telah menciptakanku. Maka, Dia (pula) yang memberi petunjuk kepadaku.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

79

وَالَّذِيْ هُوَ يُطْعِمُنِيْ وَيَسْقِيْنِ ۙ

Wal-lażī huwa yuṭ‘imunī wa yasqīn(i).

Dia (pula) yang memberiku makan dan minum.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

80

وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ ۙ

Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn(i).

Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari