Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Surat Asy-Syu'ara'
(Qari: Ibrahim Al-Dossari)

0% Selesai

0 0

81

وَالَّذِيْ يُمِيْتُنِيْ ثُمَّ يُحْيِيْنِ ۙ

Wal-lażī yumītunī ṡumma yuḥyīn(i).

(Dia) yang akan mematikanku, kemudian menghidupkanku (kembali).

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

82

وَالَّذِيْٓ اَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لِيْ خَطِيْۤـَٔتِيْ يَوْمَ الدِّيْنِ ۗ

Wal-lażī aṭma‘u ay yagfira lī khaṭī'atī yaumad-dīn(i).

(Dia) yang sangat kuinginkan untuk mengampuni kesalahanku pada hari Pembalasan.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

83

رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ ۙ

Rabbi hab lī ḥukmaw wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn(a).

(Ibrahim berdoa,) “Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku hukum (ilmu dan hikmah) dan pertemukanlah aku dengan orang-orang saleh.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

84

وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ

Waj‘al lī lisāna ṣidqin fil-ākhirīn(a).

Jadikanlah aku sebagai buah tutur yang baik di kalangan orang-orang (yang datang) kemudian.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

85

وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ۙ

Waj‘alnī miw waraṡati janatin na‘īm(i).

Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

86

وَاغْفِرْ لِاَبِيْٓ اِنَّهٗ كَانَ مِنَ الضَّاۤلِّيْنَ ۙ

Wagfir li'abī innahū kāna minaḍ-ḍāllīn(a).

Ampunilah ayahku! Sesungguhnya dia termasuk orang-orang sesat.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

87

وَلَا تُخْزِنِيْ يَوْمَ يُبْعَثُوْنَۙ

Wa lā tukhzinī yauma yub‘aṡūn(a).

Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

88

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ

Yauma lā yanfa‘u māluw wa lā banūn(a).

(Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

89

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ

Illā man atallāha biqalbin salīm(in).

Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

 Qari: Ibrahim Al-Dossari

90

وَاُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ

Wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīn(a).

Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa.

 Qari: Ibrahim Al-Dossari